Raja Maroko Mohammed VI akan memimpin upacara Malam Takdir (Lailatul Qadar) yang sakral pada Kamis, 27 Mare 2025⁶, di Istana Kerajaan di Rabat.
Meskipun ia akan melaksanakan salat Isya (malam) dan Tarawih sambil duduk karena operasi bahunya baru-baru ini.
"Karena kendala dan kesulitan tertentu yang terkait dengan gerakan dan posisi tertentu yang diakibatkan oleh operasi bedah yang dilakukan pada bahu kiri Yang Mulia,” Raja akan melaksanakan salat sambil duduk," kantor kerajaan mengumumkan.
Hal Itu juga mengutip ayat Al-Quran “Yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau [berbaring] miring” (Surat Ali ‘Imran: 191), pernyataan tersebut menjelaskan.
Bulan lalu, Kementerian Urusan Islam mengumumkan pembatalan Ceramah Hassanian yang bergengsi (Dorouss El Hassaniya) untuk Ramadan 1446/2025, yang menandai perubahan signifikan dari salah satu tradisi keagamaan terpenting Maroko.
Pembatalan ini menyusul operasi bahu Raja Mohammed VI pada Desember 2024, di mana ia menjalani perawatan untuk fraktur humerus yang dideritanya selama aktivitas fisik rutin.
"Yang Mulia dalam keadaan baik," demikian pernyataan Istana Kerajaan bulan lalu, seraya menambahkan bahwa proses rehabilitasi memberlakukan pembatasan pada gerakan dan posisi tertentu, seperti duduk dalam waktu lama dan beralih ke posisi berdiri.
0 Komentar